Faridatun Nisa
  • Home
    • Version 1
  • Download
  • Social
  • Features
    • Lifestyle
    • Sports Group
      • Category 1
      • Category 2
      • Category 3
      • Category 4
      • Category 5
    • Sub Menu 3
    • Sub Menu 4
  • Contact Us

Travel

Fashion

Contact

Halo guys... minggu lalu aku udah bahas sedikit tentang pengolahan data sederhana menggunakan excel, seperti membuat chart, tabel excel dan menggunakan rumus IF, serta pivot tables. Kali ini aku bakal melanjutkan pembahasan tentang slicer, analisis keuntungan, dan menghitung pertumbuhan. Oke, kita mulai ya...

SLICER

Membuat Slicer
Slicer berfungsi untuk memfilter data secara interaktif pada tabel dan dan Pivot Table.
Untuk bahan latihan, kamu bisa mengunduhnya disini. Langkah-langkah membuat slicer yaitu, Letakkan pointer pada Pivot Table, kemudian Klik Pivot Table Tools > Analyze > Field List, lalu Klik kanan pada field yang dipilih > Add as a Slicer. Sebagai contoh, saya memilih field country dan year.


Mengatur Tampilan Slicer
Untuk mengatur tampilan slicer, langkah-langkahnya yaitu Klik Slicer Tools, Pilih Slicer Styles yang diinginkan, lalu ubah nilai column menjadi 6 untuk merubah bentuk slicer dari baris menjadi kolom.

Membuat Koneksi Antar Pivot Table
Slicer yang telah kita buat hanya akan menampilkan data pada satu pivot table. Kita bisa membuat koneksi antar pivot table sehingga ketika kita memfilter suatu data, semua pivot tabel yang berhubungan akan terdeteksi dan otomatis berubah. Langkah-langkahnya yaitu, Klik Slicer Tools > Report Connection lalu pilih Pivot Table dan Pivot Chart yang ingin kita hubungkan.

Membuat Custom List
Fitur Auto Fill di Excel sangat membantu membuat daftar otomatis yang mengisi kolom atau baris dengan cepat tanpa harus mengetikkan satuper satu. Cukup menggunakan data dari satu atau bebrapa sel saja, kita bisa memunculkan daftar data sepanjang baris dan kolom yang ingin kita isi. Contohnya ketika membuat interval usia seperti gambar berikut, cukup menulis <20 pada baris pertama kemudian drag ke bawah. Berikut langkah-langkahnya:
  • Siapkan data yang akan dibuat.
  • Klik Data > Sort
  • Pada menu order, pilih custom list.


  • Ketik <20 pada baris pertama lalu drag ke bawah.



Membuat Pivot Combination
Dengan menggunakan Pivot Combination Anda dapat memasukkan lebih dari satu field dalam satu column, rows, value, dan filters. Langkah-langkahnya yaitu, arahkan pointer pada data kemudia klik Insert > Pivot Table.

Pilih data apa saja yang kita butuhkan untuk dianalisi dengan cara drag and drop field. sebagai contoh, saya memasukkan revenue ke bagian value dan year serta month ke row. 


Kamu bisa melihat hasil pekerjaan saya disini:
Membuat Slicer


ANALISIS KEUNTUNGAN

Menghitung Keuntungan
Cara menghitung keuntungan sangatlah mudah, yaitu dengan mengurangkan pendapatan dengan biaya. Fungsi yang dipakaipun mudah, yaitu =[@Revenue]-[@Cost]. Selanjutnya refresh data dengan cara klik kanan pada Pivot Table lalu tambahkan profit pada pivot table fields ke area values.
Untuk bahan latihan, kamu bisa mengunduhnya disini.



Menghitung Margin
Selanjutnya kita akan menghitung margin yaitu dengan membagi keuntungan dengan pendapatan. Fungsi yang digunakan yaitu =[@Profit]/[@Revenue]. Selanjutnya refresh data seperti langkah sebelumnya dan masukkan margin pada pivot table fields ke dalam area values.



Margin biasanya ditampilkan dalam bentuk persentase, untuk mengubahnya dapat dilakukan dengan klik kanan pada sel lalu pilih Format Cells, kemudian akan tampil kotak dialog lalu kita pilih percentage lalu OK.





Ternyata hasilnya ribuan, padahal persentase maksimum adalah 100%. Maka kita hapus saja kolom margin dengan cara klik kanan pada kolom margin lalu pilih delete table column, kolom margin pun akan hilang. Selanjutnya refresh pivot table sehingga margin pada pivot table juga akn hilang.





Kita akan menghitung margin dengan cara lain, yaitu dengan mengalkulasi data, caranya klik Pivot Table Tools > Analyze >Fields, Item, & Sets > Calculated Field. Selanjutnya akan muncul kotak dialog, beri nama margin dan isikan formula dengan =Profit/Reveue lalu OK. Untuk mengubahnya menjadi persentase lakukan seperti langkah sebelumnya.



Selanjutnya kita bisa melihat perbandingan tiap negara dengan menggunakan Conditional Formatting. Caranya, klik Home > Conditional Formatting. Kita bisa memilih Data Bars jika ingin menampilkan dalam bentuk batang dan memilih Color Scales jika ingin menampilkan dalam bentuk perbedaan warna. Kemudian kita pilih All cells showing "Sum of Revenue" Values for "Country".






Kamu bisa melihat hasil pekerjaan saya disini:
Analisis Keuntungan

MENGHITUNG PERTUMBUHAN
Cara menghitung pertumbuhan sebenarnya cukup mudah, yaitu cukup mengurangkan dengan pendapatan tahun sebelumnya. Jika dalam contoh berikut adalah dengan fungsi =G3-F3. Dari fungsi tersebut, kita bisa mengamati apakah fungsi "GETPIVOTDATA" sedang aktif atau tidak. Jika sedang aktif, maka ketika kita menambahkan sel baru seperti "customer gender", nilai pertumbuhan tidak akan berubah. Untuk bahan latihan, kamu bisa mengunduhnya disini.



Akan tetapi, ketika kita drag ke bawah, hasilnya akan sama semua dengan sel yang paling atas.


Agar nilai pertumbuhan yang dihasilkan sesuai, maka kita harus menonaktifkan fungsi "GETPIVOTDATA" tersebut. Caranya klik Pivot Table Tools > Analyze > Options > Generate Get Pivot Data. Menonaktifkan fungsi "GETPIVOTDATA" akan mengembalikan kepada fungsi pengurangan biasa, seperti di bawah ini sehingga ketika kita drag ke bawah, nilai pertumbuhan akan sesuai dengan sel masing-masing.



Untuk menghitung persentase pertumbuhan, kita cukup membagi nilai pertumbuhan dengan tahun sebelumnya, jika dalam contoh berikut maka fungsinya adalah =I3/F3. Setelah itu kita drag ke bawah. Namun, ketika kita menambahkan sel baru seperti "customer gender", nilainya akan berubah seperti di bawah ini.



Kamu bisa melihat hasil pekerjaan saya disini:
Menghitung Pertumbuhan

Sekian dulu materi kali ini, semoga bermanfaat ^_^

Nama : Faridatun Nisa
NIM   : G14190009
Halo guys... kali ini aku bakal jelasin sedikit tentang pengolahan data sederhana di Microsoft Excel nih, seperti membuat chart, tabel excel dan menggunakan rumus IF, serta pivot tables. Sebagai informasi Microsoft Excel yang aku pakai itu versi 2013, mungkin ada sedikit perbedaan jika kita menggunakan versi yang berbeda, tapi itu bukan masalah yang besar kok, tinggal disesuaikan aja ya. Oke, kita mulai.

1. Membuat Chart
Data-data di excel jika kita sajikan apa adanya tanpa dibuat chart pasti akan sangat membosankan dan menyulitkan dalam menganalisis, untuk mengatasi hal itu kita bisa memanfaatkan fitur chart yang telah disedikan untuk memudahkan dalam memahami data yang ada. berikut langkah-langkahnya.

Untuk bahan latihan, kamu bisa mengunduhnya disini. Berikut langkah-langah membuat chart:
  • Blok data yang kita ingin tampilkan dalam chart.
  • Klik insert < Recommended Chart.
  • Pilih Chart sesuai selera.




Catatan : Kamu bisa mengedit chart yang telah dibuat sesuai seleramu dengan mengaturnya pada opsi Chart Elements, Chart Styles, dan Chart Filter yang ada di pojok kanan atas chart.


Dengan langkah yang sama kamu bisa membuat chart untuk data-data yang lain. 


2. Excel Tables
Selanjutnya kita akan membuat tabel Excel dan mencoba menggunakan rumus IF. Rumus IF merupakan salah satu fungsi paling populer di Excel, yang memungkinkan kamu membuat perbandingan logis antara nilai dan perkiraan. Oleh karena itu, pernyataan IF dapat memiliki dua hasil. Hasil pertama jika perbandingan kamu benar dan hasil kedua jika perbandingan salah.

Untuk bahan latihan, kamu bisa mengunduhnya disini. Berikut langkah-langah membuat tabel Excel:
  • Blok semua data dengan menekan CTRL+A.
  • Klik Insert < Table.
  • Klik Table Tools untuk mengedit tabel sesuai seleramu.

Setelah membuat tabel Excel, aku akan menambahkan kolom baru untuk mencari "Customer Bucket", berikut langkah-langkahnya:
  • Klik kanan < Insert < Table Columns to the left.
  • Masukkan rumus IF pada formula bar.


Catatan : Rumus IF bisa berbeda-beda tergantung apa yang ingin kita cari. Tetapi rumus umumnya yaitu: IF(logical_test; [value_if_true]; [value_if_false]). Pada beberapa Excel tanda titik koma diganti menggunakan tanda koma.

3. Pivot Tables
Selanjutnya kita akan membuat pivot tables. Pivot tables adalah yang memungkinkan pengguna mengmabil informasi dengan cepat dari kumpulan data dalam jumlah besar. Pivot table dapat digunakan sebagai alternatif untuk melakukan analisis data terkait mengelompokkan dan meringkas data.

Untuk bahan latihan, kamu bisa mengunduhnya disini. Berikut langkah-langah membuat Pivot Tables Excel:
  • Blok semua data dengan menekan CTRL + A.
  • Klik Insert < Pivot Table.



  • Pilih data apa saja yang kita butuhkan untuk dianalisis dengan cara drag and drop pivot table fields, bisa ke bagian filters, columns, rows, maupun values.

Catatan: 
Untuk mengatur format penulisan angka, berikut langkah-langkahnya:
  • Klik kanan < number format.





Segitu dulu ya dari aku, semoa bermanfaat. Oiya, untuk jawaban dari bahan-bahan latihan tadi kamu bisa mengunduhnnya pada link di bawah ini ya:
Membuat Chart
Excel Tabel
Pivot Tables


Nama : Faridatun Nisa
NIM   : G14190009
Older Posts Home

ABOUT ME

I could look back at my life and get a good story out of it. It's a picture of somebody trying to figure things out.

SUBSCRIBE & FOLLOW

POPULAR POSTS

Advertisement

Contact Form

Name

Email *

Message *

Oddthemes

Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates